Apa itu Drum?

  Drum

    Alat musik yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita. Ya, alat musik tersebut adalah drum. Drum adalah alat musik tertua yang ada di dunia. Alat musik tabuh ini pertama kali digunakan oleh masyarakat Afrika. Hal ini diketahui karena banyaknya fosil drum purbakala yang ditemukan di benua Afrika. Kala itu drum dipakai sebagai alat untuk berinteraksi dengan masyarakat suku-suku primitif pada zaman purba,dan  juga dipakai untuk upacara adat. Dari masa ke masa alat musik ini pun kian berkembang.

    Drum adalah salah satu alat musik yang memiliki fungsi memberikan
tempo dalam suatu lagu atau karya musik terutama pada musik populer. Alat ini
memiliki peran yang sangat penting dalam ansamble combo atau ansamble musik
lainya. Pada umumnya drum terdiri dari snare, tom-tom, floor tom, bass drum,
pedal, hi-hat, ride cymbal dan crash cymbal dan masih banyak lagi alat tambahan
yang bisa menjadi bagian-bagian pada drum seperti, cowbell, jamblock, double
pedal dan lain-lain. Beberapa alat tambahan tersebut bisa digunakan sesuai
dengan kebutuhan pemain drum itu sendiri.

    Saat ini banyak sekali para pemain drum yang kreatif, mereka mengubah
drum setnya menjadi tidak umum, misalnya dengan menambahkan instrumen lain
pada drum atau dengan merubah posisi instrumen pada drum set menjadi tidak
biasa. Tidak hanya kreatif, dari segi kemampuan pun mereka sangat mahir. Bisa
dilihat dalam setiap acara para drummer atau festival solo drum mereka beradu
teknik, gaya permainan, kemampuan dan menampilkan keunikan yang mereka
miliki. Pada kenyataan setelah mereka bermain pada sebuah lagu atau menjadi
pengiring dalam suatu ansamble combo, permainan mereka menjadi lebih
sederhana karena permainan drum harus sesuai porsinya. Hal ini terjadi pada
seluruh pemain drum di seluruh dunia.
 

    Indonesia memiliki banyak drummer yang piawai dan berpotensi. Ada
beberapa pemain drum yang mungkin tidak terlalu dikenal oleh kalangan awam,
tetapi dari segi kemampuan mereka memiliki kemampuan yang luar biasa.
Terbukti dengan seringnya para pemain drum nasional yang pernah berkolaborasi
dengan musisi dunia seperti Demas Narawangsa dengan Steve Billman trio,
Shandy Winarta dengan Maurice brown, Echa Soemantri dengan Tata Young, dan
Gilang Ramadhan yang sering berkolaborasi dengan musisi dunia. Mereka adalah
beberapa contoh pemain drum yang secara kemampuan dikatakan mahir dalam
memainkan instrumen drum. Untuk menjaga eksistensinya, dibutuhkan kreativitas
yang lebih dibandingkan yang lainnya.
 

Bagian-bagian drum itu apa aja sih? berikut adalah penjelasannya. 

Berikut adalah bagian-bagian dalam drum :

Bass Drum

    Bagian-bagian drum set yang pertama adalah Bass Drum. Bass Drum adalah yang bagian terbesar dari semua drum dan juga sering disebut sebagai 'Kick Drum'. Bass drum dimainkan dengan menggunakan pedal kaki yang menempel pada pelek (hoop) drum.

    Terkadang bagian depan drum (kepala resonansi) memiliki lubang di dalamnya – ini dapat digunakan untuk mengubah nada drum dan juga biasa digunakan untuk memasang mikrofon pada drum. Terkadang kepala resonansi juga dihilangkan sepenuhnya, sekali lagi untuk mengubah nada drum. Biasanya, terdapat bantal atau bahan peredam lainnya di dalam bass drum untuk mengontrol resonansi drum dan juga membantu mengurangi level volume. Bass drum memiliki kaki di depan (sisi kepala resonansi), yang juga dikenal sebagai 'taji' dan umumnya dibuat miring sedemikian rupa untuk meminimalkan gerakan drum saat memainkannya. Beberapa drumer suka menggunakan lebih dari satu bass drum sehingga mereka dapat menggunakan kedua kaki untuk memainkan ritme yang lebih cepat. Atau Anda dapat menggunakan pedal double bass drum (double kick pedal) yang memungkinkan Anda menggunakan kedua kaki untuk memukul satu bass drum. Meskipun double bass drum sering digunakan pada genre metal, pedal double bass drum juga digunakan secara luas dalam berbagai gaya musik mulai dari jazz fusion hingga funk dan pop

Snare Drum

    Bagian-bagian drum set yang kedua, yaitu Snare Drum. Snare drum adalah salah satu drum terpenting dalam drum set, karena bagian ini menjadi pusat dan dapat dimainkan dengan berbagai cara.

    Drum ini biasanya berdiameter 14″ dan kedalaman 6″ tetapi tersedia dalam berbagai ukuran lain. Snare drum terdiri dari cangkang kayu atau logam dan akan selalu memiliki kepala batter (atas) dan resonansi (bawah).

    Kepala resonansi memiliki kabel snare yang ditangguhkan di bawahnya untuk menghasilkan suara snare 'buzz' klasik. Snare drum duduk di stand snare drum khusus yang terdiri dari kaki     dan keranjang 3 lengan untuk menahan drum.

Tom Tom

    Bagian-bagian drum set yang ketiga yakni Tom Tom. Tom tom atau yang lebih dikenal dengan 'toms', adalah bagian lain dari drum set dan memiliki berbagai ukuran.

- Ukuran umum pada kit fusi adalah 10″, 12 & 14″

- Ukuran umum pada kit rock adalah 12″, 13″ & 16

    Pada kit 5 buah, Anda akan memiliki tom tinggi, tom sedang, dan tom rendah. Tom rendah akan dipasang dengan penjepit ke dudukan simbal, atau akan menjadi floor tom, yang berdiri sendiri dengan 3 kaki sendiri.

    Tom biasanya memiliki kepala batter (atas) dan resonansi (bawah), tetapi kepala resonansi bukanlah sesuatu yang harus ada. Ada berbagai mekanisme penjepit untuk tom tinggi / menengah – paling umum mereka akan menempel pada lengan tom yang pada gilirannya menempel pada bass drum. Pilihan lainnya adalah tom dijepit ke dudukan simbal.

Hi-Hat

    Bagian-bagian drum set yang keempat adalah Hi-Hat. Simbal hi-hat adalah sepasang simbal yang saling berdekatan (atas bawah) dan memiliki pedal agar bisa dioperasikan dengan kaki. Simbal hi-hat biasanya berdiameter 14″, namun tetap tersedia dalam berbagai ukuran lain.

    Hi-hats mungkin merupakan elemen paling dinamis dari drum set karena berbagai macam suara yang dapat dihasilkan. Pilihan nada yang bisa diciptakan antara lain:

  • Menahan simbal agar tertutup dengan kaki sambil memukul simbal atas dengan tongkat (menjadi cara paling umum dalam memainkan hi-hat)

  • Memainkan simbal hanya menggunakan kaki kiri Anda

  • Memegang simbal 'setengah terbuka' dengan kaki sambil memukul simbal atas dengan tongkat (simbal bergetar satu sama lain menghasilkan jenis suara bergetar)
  • Membiarkan simbal 'terbuka penuh' dan memukul simbal atas dengan tongkat (mirip dengan opsi 'setengah terbuka' tetapi simbal tidak bergetar satu sama lain sehingga Anda hanya mendengar 'dering' simbal atas)

  • Memukul hi-hats, dengan menutup simbal (dengan kaki kiri Anda) dan segera membukanya lagi sehingga Anda mendengar 'dering' simbal. Ini menghasilkan suara yang mirip dengan simbal crash orkestra yang dioperasikan dengan tangan.

    Ride Cymbal

     
           Bagian-bagian drum set yang kelima, yaitu Ride Cymbal. Ride cymbal adalah simbal yang lebih besar (20″ adalah ukuran yang cukup umum) yang umumnya berada di sisi kanan drum set. Biasanya simbal yang lebih berat dimainkan dengan ujung stik drum untuk menghasilkan suara yang khas.

         Untuk suara yang lebih jelas, Anda juga dapat memainkan lonceng simbal menggunakan ujung atau bahu stik untuk mengapatkan suara yang lebih keras. Aturan umum dari ride cymbal adalah tidak memukul mereka kecuali mereka dirancang sebagai cymbal 'crash/ ride'.

    Crash Cymbal

          Bagian-bagian drum set yang berikutnya yakni Crash Cymbal. Crash cymbal umumnya sedikit lebih kecil dari ride cymbal, yang umumnya berukuran 16″. Mereka dirancang untuk dipukul cukup keras dengan pukulan cepat dari bahu stik drum. Biasanya crash digunakan sebagai aksen note, misalnya di akhir fill, namun Anda juga memainkan pola ritme yang kuat mirip dengan apa yang akan dimainkan di hi-hats atau ride cymbal. Sangat umum dalam musik rock untuk menggunakan simbal ini di bagian lagu yang sangat keras.

    Umumnya, terdapat beberapa simbal crash di sekitar drum set dengan berbagai ukuran. Secara umum simbal yang lebih besar akan memiliki suara yang lebih keras dan sustain yang lebih lama sedangkan simbal yang lebih kecil akan lebih tenang dengan sustain yang lebih pendek.

    Selain 5 bagian utama dan 3 bagian yang telah dijelaskan di atas, masih ada tambahan lain yang umum digunakan, seperti Splash Cymbal, China Cymbal, dan Cowbell. Namun, tambahan-tambahan dalam drum set juga dipertimbangkan tergantung pada jenis musik yang dimainkan.

    Bagaimana sih sejarah drum itu? berikut adalah sejarahnya.

    SEJARAH DRUM :  



 

        Dikutip dari anakmusik.com, pada 1890 drum mulai dikembangkan oleh orang Afrika-Amerika. Ketika itu drum dimainkan sambil berdiri dan berkeliling kota. Kala itu drum juga terpisah-pisah, pemainnya masing-masing memegang satu alat satu orang. Permainan drum keliling saat itu sama dengan marching band yang kita kenal seperti sekarang ini

        Pada 1909, ditemukan pedal yang dapat membunyikan bass drum oleh William Ludwig dan Theodor Ludwig. Drum set saat itu dilengkapi dengan roda pada bagian bawah bass drum yang  bertujuan untuk memudahkan menggeser perangkat drum. Saat itu juga ditemukan cymbal untuk hi-hat, namun penggunaan Hi-hat saat itu diletakan di lantai dan dibunyikan dengan pijakan kaki kiri. Sebenarnya cymbal sudah diproduksi dan digunakan sekitar abad ke-16 oleh orang-orang Arab dan Turki, tetapi belum digunakan pada drum.

        Pada 1930-an, alat musik drum kian bervariasi seperti woodblock, tom-tom, tambourine dan cowbell yang semuanya bisa digabungkan pada bagian atas bass drum. Untuk standar drum set pada waktu itu hanya terdiri dari snare drum 14”, bass drum 26” atau 28”, hi – hat tanpa stand, tom – tom, dan cymbal yang dipasang pada bagian atas bass drum. Head drum saat itu pun terbuat dari kulit hewan. Beberapa jenis musik yang selalu dimainkan pada saat itu adalah Ragtime, Foxtrot, dan Dixieland. Lalu  pada 1930-an mulai berkembang jenis musik Jazz, yang kemudian pada tahun 1940-an terlahir musik Swing.

        Pada 1940-an, cymbal sudah tidak dipasang di atas bass drum karena sudah menggunakan stand. Pada waktu itu juga di temukan jenis cymbal seperti ride: crash dan hi – hat.

        Pada akhir tahun 1960-an seiring dengan ramainya musik hard rock, drum juga terus berkembang. Banyak dari drummer band rock menambahkan variasi drum seperti menggunakan ukuran tom 6”, 8” 10” sampai ukuran terbesar 18”. Cymbal juga lebih variatif seperti Splash, China, Gong, dan yang lainnya. Seiring berjalannya waktu, alat musik yang satu ini terus berkembang hingga saat ini.

        Selain drum konvensional ternyata hadir juga drum elektrik. Drum elektrik dibuat oleh Graeme Edge, drummer dari grup musik “The Moody Blues”, bekerjasama dengan Universitas Sussex Profesor Brian Groves. Perangkat ini digunakan di salah satu video klip yang berjudul “Procession” Album “Every Good Boy Deserves Favor".

        Pada 1978, perusahaan Simmons memproduksi drum elektronik komersial set. Produk yang paling popular adalah SDS-5, dirilis pada tahun 1981. Dengan pad yang berbentuk segi enam bantalan, SDS-5 pertama kali digunakan oleh Burgess: From the Tea-rooms of Mars . Setelah debutnya di top parade, instrumen ini  diperhatikan banyak drumer rock. Suara SDS-5 ini sering digambarkan sebagai suara ‘mengerikan’. suara khas Simmons ‘dzzshhh’ secara luas digunakan pada 1980 oleh grup rock seperti Duran Duran dan Rush.

Itulah penjelasan mengenai apa itu drum, bagian-bagiannya maupun sejarahnya. Berikut adalah referensi video yang bisa anda tonton :




 
 

 Disarankan membaca sambil memutar video diatas

Dibuat oleh : Fidel Ezra

Komentar

Postingan Populer